IMPEDANSI

Apa itu impedansi ??

Sebelum kita mulai ke pembahasan yang lebih jauh ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan impedansi. Impedansi ialah perhitungan secara total dalam ohn dari seluruh rangkaian elektrikal untuk signal langsung, yang termasuk diantaranya resistansi, reaktansi, kapasitansi, dan seluruh factor mekanikal yang menimbulkan hambatan dari transfer energi dalam sebuah sistem.

 

Apa bedanya impedansi dengan resistansi??

Dalam hambatan telah terdapat  istilahnya sendiri yaitu: Hambatan = Resistensi (R) sedangkan Impedansi memiliki lambangkan Z. Namun keduanya memiliki ‘satuan’ yang sama yaitu OHM.

Impedansi ternyata bukan hanya semata-mata hambatan. Dia adalah gabungan dari hasil reaksi hambatan (R, resistensi) dan kapasitas elektron (C, capacitance). Maka, dalam bahasa di literatur elektronika Indonesia lama, impedansi ini pernah coba di-Indonesianisasi sebagai REAKTANSI. Mungkin hendak menunjukkan impedansi sebagai hasil reaksi hambatan dan kapasitansi secara bersamaan.

Ambil contoh speaker. bagaimana mengukur impedansi speaker? Dengan alat pengukur hambatan atau OHM-meter? Dijamin salah! Karena 8 ohm pada sebuah speaker tersebut bukanlah hambatan sebesar 8 ohm. Tetapi impedansi sebesar 8 ohm. Jadi satuannya sama, tapi merujuk kepada hal yang berbeda.

Impedansi bisa dilihat sebagai reaksi, dengan contoh jika menghubungkan sebuah pre amp ke amplifier. Sampai volume mentok, suaranya tetapi pelan, ini bisa terjadi karena suara tertahan (terhambat, R) akibat impedansi yang tidak sesuai. Bisa juga, akibat impedansi tidak sesuai, suara menjadi muddy atau mendem. Ini berarti lebih berhubungan ke persoalan frekuensi suara, dan frekuensi suara dekat sekali hubungannya dengan kapasitor dan kapasitansi.

Tapi dalam impedansi keduanya tidak pernah bekerja sendiri, selalu bersamaan. Suara yang pelan atau tertahan, akan diiringi dengan tone frekuensi yang aneh. Begitupun sebaliknya. Ini juga ada hubungannya dengan Low Impedance dan High Impedance, juga bisa dipahami dengan lebih mudah sebagai beban. Hal ini sering terjadi pada subwoofer dan amplifier. Jika dapat diilustrasikan seorang diititipkan Jeruk 4 kg untuk dibawa, Kuatkah? Tentu saja. Tetapi untuk seorang anak kecil yang hanya sanggup mengangkat 2 kg, itu pun ngos-ngosan, akan kesulitan membawa jeruk tersebut.

 

Berapa impedansi speaker? headphone/earphone?

Impedansi speaker

Impedansi speaker biasanya bervariansi antara 4-12 ohm, namun untuk speaker mobil biasanya sebesar 4 ohm sedangkan untuk speaker home audio biasanya sebesar 8 ohm.

Impedansi headphone/earphone

Impedansi headphone/earphone bervariasi antara 16-600 ohm. Impedansi harus disesuaikan dengan peralatan yang mengeluarkan suaranya untuk memastikan bahwa power suara yang dialirkan ke headphone/earphone akan optimum. Biasanya headphone/earphone dengan impedansi rendah (misalnya < 100 ohm) direkomendasikan untuk mobile player dan PC sound card. Sedangkan headphone/earphone dengan impedansi lebih tinggi, cocok digunakan untuk peralatan hi-fi rumah, amplifier, dan peralatan professional lainnya.

Namun biasanya untuk pc digunakan impedansi headphone sebesar 32 ohm, sedangkan untuk earphone biasanya sebesar 16 ohm.

 

Apa efek jika 2 headphone dipasang seri ataupun pararel? Berapa besar penurunan daya yang ditransfer dari kondisi real?

Berdasarkan teorema transfer daya maksimum dimana transfer daya maksimum akan terjadi jika resistansi beban sama dengan nilai resistansi sumber, baik dipasang seri dengan sumber tegangan maupun dipasang pararel dengan sumber arus.

Ketika dua headphone dengan impedansi sama dipasang secara pararel maka resistansi beban akan menjadi setengahnya (lebih kecil dari sebelumnya), hal ini mengakibatkan daya yang ditransfer mengalami penurunan. Sedangkan jika dua headphone dipasang secara seri maka beban akan menjadi dua kali lebih besar, berkebalikan dengan sebelumnya maka daya yang ditransfer akan mengalami peningkatan.

Berikut ini akan ditampilkan hasil perhitungannya :

Transfer daya maksimum


 

Rangkaian pararel (RL‘ = RL/2)


 

Rangkaian seri (RL‘ = 2RL)


 

 

 

REFERENSI

http://otostereo.info/home.php?link=article&a_id=297

http://ishak.unpad.ac.id/?p=594

http://inesiswara.wordpress.com/

 

 

Advertisements

~ by rezadonadoni on March 11, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: